Dari Majalah Dinding ke Kolaborasi Karya: Literasi yang Tumbuh dari Persahabatan Sekolah

UnioKeuskupanAtambua.com— Pertukaran majalah dinding berbahasa Inggris antara SMA St. Angela Atambua dan SMA Swasta Seminari Lalian tidak berhenti pada sekadar saling kirim karya. Kunjungan balasan pada 17 Maret 2026 di Seminari Lalian menandai arah baru: dari aktivitas simbolik menuju kolaborasi literasi yang lebih berkelanjutan dan produktif.

Kunjungan ini merupakan tahap kedua dari kerja sama yang diawali pada Februari lalu, ketika siswa Seminari Lalian mengantarkan majalah dinding bertema “Pertobatan” ke SMA St. Angela Atambua. Kini, giliran SMA St. Angela membalas kunjungan tersebut dengan membawa semangat yang sama: membangun ruang belajar bersama melalui bahasa dan kreativitas.

Kepala SMA Swasta Seminari Lalian, Rm. Hironimus Masu, Pr., S.Pd., menilai pertukaran ini sebagai langkah strategis untuk memacu literasi siswa, khususnya dalam Bahasa Inggris. Ia bahkan mendorong agar kerja sama ini tidak berhenti pada majalah dinding, tetapi berkembang ke tahap yang lebih serius, seperti penerbitan antologi puisi dan cerpen bersama, serta bentuk kreativitas akademik lainnya.

Dari SMA St. Angela Atambua, rombongan dipimpin oleh Yohanes Mau Kura, S.Pd., bersama empat siswi, termasuk Ketua OSIS Tasya Rona. Mereka disambut dan didampingi oleh pengurus OSIS Seminari Lalian yang memperkenalkan lingkungan sekolah sekaligus menunjukkan ruang ekspresi literasi siswa melalui majalah dinding.

Suasana kunjungan berlangsung akrab dan penuh semangat persahabatan. Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, perjumpaan ini memperlihatkan bahwa kolaborasi antar sekolah dapat menjadi ruang nyata bagi tumbuhnya kepercayaan diri, kemampuan berbahasa, dan kreativitas peserta didik.

Sebagai tindak lanjut, OSIS SMA Swasta Seminari Lalian segera mempublikasikan tulisan-tulisan dari siswa SMA St. Angela Atambua pada papan majalah dinding yang telah disiapkan. Langkah ini menegaskan bahwa kerja sama tersebut tidak berhenti pada kunjungan, tetapi berlanjut dalam praktik nyata berbagi karya.

Di tengah tantangan literasi generasi muda, inisiatif seperti ini menunjukkan bahwa upaya membangun budaya baca-tulis tidak selalu harus dimulai dari program besar. Ia dapat tumbuh dari langkah sederhana—dari satu papan majalah dinding—yang kemudian berkembang menjadi jejaring kolaborasi yang lebih luas dan bermakna.

 

Penulis: Aelredus Reigeno Nahak & Yoseph A. Lopez (Seminari Lalian)
Editor: Yudel Neno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *