Atambua — UnioKeuskupanAtambua.com – Sebanyak 71 sekretaris paroki se-Keuskupan Atambua mengikuti Diklat Penguatan Kapasitas Tata Kelola yang berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa, 13–14 April 2026, di Emaus Pastoral Center Keuskupan Atambua. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pusat Pastoral Keuskupan Atambua sebagai upaya memperkuat kualitas pelayanan administrasi paroki agar semakin tertib, akuntabel, dan sejalan dengan arah pastoral Keuskupan Atambua.

Diklat ini menjadi bagian dari perhatian serius Pusat Pastoral Keuskupan Atambua terhadap pentingnya tata kelola pelayanan di tingkat paroki. Dalam kehidupan menggereja, sekretaris paroki tidak hanya mengurus urusan administratif, tetapi juga menopang kelancaran pelayanan umat melalui pengelolaan arsip, surat-menyurat, pelaporan pastoral, serta penyampaian informasi yang benar dan bertanggung jawab.

Selama kegiatan, para peserta memperoleh pembekalan mengenai manajemen kesekretariatan modern, sistem pengarsipan, tata kelola administrasi, pelaporan pastoral, hingga literasi keuangan dan pembentukan mindset ekonomis. Seluruh materi itu diarahkan untuk membantu para sekretaris paroki agar semakin siap menjalankan tugas secara profesional di tengah tuntutan pelayanan Gereja yang terus berkembang.

Para pemateri dalam kegiatan ini terdiri atas Pater Vikjen Keuskupan Atambua, Sekretaris Umum, dan staf Pusat Pastoral Keuskupan Atambua. Materi tidak hanya disampaikan dalam bentuk ceramah, tetapi juga diperdalam melalui diskusi kelompok dan simulasi kasus, sehingga peserta dapat memahami penerapan praktis dari setiap pokok bahasan yang diberikan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Misi III Keuskupan Atambua, yakni “Mengembangkan Kerja Sama Dialogis dan Inovatif di Lingkup Internal dan Eksternal Gereja” melalui program pembekalan dan pelatihan bagi pelayan pastoral. Dalam kerangka itu, penguatan kapasitas sekretaris paroki dipandang penting untuk mendukung visi Keuskupan Atambua, yaitu “Umat Allah Keuskupan Atambua semakin Cerdas dan Sejahtera dalam Semangat Sinodalitas.”

Dalam Misa Pembukaan, Pater Vikjen Keuskupan Atambua menegaskan pentingnya peran sekretaris dalam kehidupan pastoral paroki. Menurutnya, sekretaris paroki merupakan unsur penting yang ikut menentukan tertib tidaknya administrasi dan lancar tidaknya pelayanan Gereja kepada umat.

“Diharapkan pasca-diklat, para sekretaris mampu menerapkan tata kelola yang lebih rapi dan profesional di parokinya masing-masing, sehingga karya pelayanan Gereja makin berdaya dan berdampak bagi umat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Pusat Pastoral Keuskupan Atambua hendak menegaskan bahwa tata kelola yang baik bukan semata soal kelengkapan dokumen, melainkan bagian dari tanggung jawab pelayanan. Administrasi yang tertata rapi pada akhirnya akan membantu Gereja melayani umat secara lebih efektif, terpercaya, dan berdaya guna, tutup Pater Vikjen
Paulus Miki Abi – Sekretaris Paroki St. Fransiskus Xaverius Wini
Editor: Yudel Neno

