ATAMBUA – UnioKeuskupanAtambua.com – Sebanyak 84 Imam Projo Keuskupan Atambua mengikuti kegiatan Rekoleksi dan Persaudaraan yang digelar di Balai Nazareth, Katedral Atambua, pada Senin, 16 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan agenda resmi dalam Kalenderium Keuskupan Atambua Tahun 2026 dan menjadi ruang pembinaan serta penguatan persaudaraan dalam semangat Unio.

Rekoleksi mengangkat tema “Mari Merayakan Persaudaraan – Bertumbuh Bersama dalam Pelayanan” dan dibawakan oleh Rm. Emanuel Siki, Pr. Dalam refleksinya, ia menegaskan pentingnya dasar biblis persaudaraan dalam kehidupan imam serta relevansinya dalam dinamika karya pastoral. Para imam diajak untuk saling mendukung dan memperkuat solidaritas dalam pelayanan Gereja.

Sesi kedua menghadirkan Prof. Richardus Eko Indrajit, pakar teknologi dan informasi, yang memaparkan materi tentang kecerdasan buatan (AI) dan kebijaksanaan hati dalam terang dokumen Antiqua et Nova. Dokumen tersebut, yang direstui Paus Fransiskus dan diterbitkan oleh Dikasteri untuk Ajaran Iman bersama Dikasteri untuk Kebudayaan dan Pendidikan, menyoroti relasi antara kecerdasan buatan dan kecerdasan manusia. Dalam presentasinya ditegaskan bahwa AI adalah alat, bukan subjek moral, sehingga penggunaannya membutuhkan kebijaksanaan agar tidak merugikan martabat manusia dan misi Gereja.

Pada sesi ketiga, informasi mengenai program dan arah kebijakan Unio Tahun 2026 disampaikan langsung oleh Ketua Unio. Dalam pemaparannya, dijelaskan agenda-agenda penting sepanjang tahun 2026, termasuk rekoleksi bersama, persaudaraan tingkat dekenat, Camp Unio, Munas Unio, OGF, serta penerimaan anggota Unio bagi imam baru. Selain itu, disampaikan pula perkembangan pengurusan sertifikat tanah Unio yang akan ditangani dengan legal standing Keuskupan yang berbadan hukum.

Sementara itu, laporan keuangan Unio dibawakan oleh Bendahara Unio. Disampaikan bahwa dana yang terkumpul dalam kegiatan tersebut sebesar Rp 41.500.000 dan langsung disetor ke Credit Union pada tanggal 16 Februari 2026 sebagai simpanan. Ditekankan pula bahwa kontribusi dana Unio dianjurkan berasal dari kesadaran pribadi sebagai wujud persaudaraan.

Pasca penyampaian informasi dari pengurus Unio, kegiatan dilanjutkan dengan sharing, dialog, dan tanggapan seputar persaudaraan, pelayanan pastoral, serta berbagai tantangan pastoral, baik dari sisi personal, relasi, maupun etiket sebagai seorang gembala. Para imam tampak sangat antusias dalam sesi dialog ini. Seluruh dinamika tersebut diarahkan pada semangat correctio fraterna demi membangun persaudaraan yang sehat dan matang. Sesi dialog dipandu oleh Wakil Ketua Unio, Rm. Emanuel Siki, Pr.

Kegiatan ditutup dengan ucapan terima kasih dari Ketua Unio kepada para imam yang telah hadir dalam kegiatan rekoleksi dan persaudaraan; juga kepada Pastor Paroki Katedral Atambua, Rm. Agus Seran Berek, Pr, bersama para imam dan frater yang telah menjadi tuan rumah. Apresiasi juga disampaikan kepada Prof. Richardus Eko Indrajit atas pemaparan materi, serta kepada Komsos Keuskupan Atambua yang memfasilitasi dukungan teknis, termasuk layanan zoom meeting dan publikasi.

Rekoleksi dan Persaudaraan ini menegaskan kembali komitmen para Imam Projo Keuskupan Atambua untuk bertumbuh dalam pelayanan, mempererat kebersamaan, serta menghadapi tantangan zaman dengan kebijaksanaan dan semangat persaudaraan yang otentik.

oleh Yudel Neno, Pr – Sekretaris II Unio KA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *