Kehangatan Malam Kebersamaan OGF Unio Regio Nusra di Paroki Santo Yosef Pekerja-Manola

Manola – Sumba Barat Daya, 18 Juni 2025UnioKeuskupanAtambua.com – Dalam suasana malam yang penuh keakraban dan persaudaraan, para imam Projo dari delapan Keuskupan di Regio Nusa Tenggara yang tengah mengikuti On Going Formation (OGF) disambut dengan hangat oleh umat Paroki Santo Yosef Pekerja Manola. Perayaan Ekaristi bersama menjadi momen puncak syukur, yang kemudian dilanjutkan dengan jamuan malam sederhana namun sarat makna kekeluargaan.

Peserta OGF dari Keuskupan Weetebula

Dalam kesempatan itu, Pastor Paroki Manola, Romo Mikael No Nage, Pr, menyampaikan sambutan penuh rasa syukur dan refleksi. Ia mengungkapkan terima kasih atas kehadiran para imam yang telah merayakan Ekaristi bersama umat di parokinya. “Kehadiran para Romo menguatkan iman umat dan menjadi motivasi tumbuhnya benih panggilan di tengah komunitas,” ungkapnya.

Romo Mikhael – Pastor Paroki Santo Yosef Pekerja Manola

 

Romo Mikhael juga menyampaikan kegembiraan pribadinya karena dapat bertemu kembali dengan rekan-rekan seangkatan sejak masa formasi di Seminari Tinggi Santo Mikhael Penfui Kupang. Dengan suara bergetar, ia menegaskan, “Sekali menjadi imam, tetaplah menjadi imam.”

Peserta OGF dari Keuskupan Agung Kupang bersama Narasumber dan Ketua Unio Indonesia

 

Ia kemudian menutup sambutannya dengan ajakan persaudaraan yang kuat: “Jangan jadi single fighter. Mari kita berjalan bersama dalam semangat sinodalitas.” Seruannya ini menjadi pengingat akan pentingnya kolaborasi dalam menjalani panggilan pastoral.

Paduan Suara dari Anak-Anak SMAK Santo Yosef Manola

 

Sementara itu, mewakili para peserta dan Unio Keuskupan Weetebula, Rm. Nus Nggajo, turut menyampaikan apresiasi mendalam atas penyambutan hangat dari umat Paroki Manola. Dalam sambutan singkat namun penuh makna, ia berkata, “Terima kasih untuk Pastor Paroki dan seluruh umat yang telah menerima kami dengan hangat dan baik. Terima kasih juga atas semua bentuk persiapan yang telah dilakukan.”

Ungkapan syukur dan terima kasih ini menegaskan bahwa OGF bukan sekadar forum pembinaan berkelanjutan bagi para imam muda, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya kepercayaan dan relasi antara imam dan umat. Di tengah dinamika Gereja yang terus berubah, momen seperti ini menjadi saksi hidup dari semangat kebersamaan dan pelayanan yang saling menguatkan dalam satu tubuh Kristus

 

oleh Rm. Yudel Neno, Pr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *