MENA — UnioKeuskupanAtambua.com – Para imam projo se-Dekenat Mena menggelar pertemuan persaudaraan di Lopo Amanaket Paroki Santa Filomena Mena, Senin, 4 Mei 2026. Pertemuan ini dihadiri pengurus Unio Keuskupan Atambua dan para imam yang berkarya di wilayah Dekenat Mena untuk mempererat persaudaraan imamat, membahas program Unio, serta menyiapkan agenda Camp Unio 2026.

Pertemuan tersebut dipandu Penghubung Dekenat Mena, Rm. Yoris Giri, Pr. Deken Mena, Rm. Yohanes Seran Nahak, Pr, hadir sebagai tuan rumah dan membuka kegiatan dengan sambutan.
Dalam sambutannya, Rm. Yohanes menjelaskan bahwa pertemuan ini semula dijadwalkan berlangsung pada 26 April 2026 sesuai kalender keuskupan. Namun, karena tanggal tersebut bertepatan dengan hari Minggu, kegiatan ditunda setelah dikomunikasikan dengan Penghubung Dekenat Mena.

Menurut Rm. Yohanes, pertemuan para imam menjadi kesempatan untuk merawat persaudaraan. Ia menggambarkan kebersamaan imamat sebagai bunga yang perlu terus dirawat agar tetap hidup dan berkembang.
Pertemuan ini dihadiri Ketua Unio Keuskupan Atambua, Rm. Goris Dudy, Pr; Wakil Ketua Unio, Rm. Eman Siki, Pr; Sekretaris Unio, Rm. Yudel Neno, Pr; Bendahara Unio, Rm. Edo Oeleu, Pr; Penghubung Dekenat Mena, Rm. Yoris Giri, Pr; serta Deken Mena, Rm. Yohanes Seran Nahak, Pr.

Hadir pula sejumlah imam dari paroki-paroki se-Dekenat Mena, antara lain Rm. Frans Naikofi, Pr, Pastor Paroki Fatuoni; Rm. John Naben, Pr, Pastor Paroki Ponu; Rm. Yansen Faentaono, Pr, Pastor Paroki Manamas; Rm. Alfons Leki, Pr, Pastor Paroki Manufui; Rm. Delvi Asa, Pr, Pastor Paroki Bakitolas; Rm. Dius Nahas, Pr; Rm. Gaudens Nabu, Pr; Rm. Marten Nahak, Pr; Rm. Gusty Nesi, Pr; Rm. Vence Bria, Pr; Rm. Christian Kali, Pr; Rm. Dalsi Saunoah, Pr; dan Rm. Nuel Bere Mau, Pr.

Ketua Unio Keuskupan Atambua, Rm. Goris Dudy, Pr, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran para imam dalam pertemuan tersebut bukan hanya semata karena program, melainkan karena kerinduan untuk berjumpa sebagai saudara seimamat.
Ia menilai pertemuan Unio menjadi ruang sinodalitas di antara para imam. Menurut dia, para imam perlu memiliki waktu untuk saling meneguhkan, terutama di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Gereja dan kehidupan imamat.

Rm. Goris juga mengingatkan pentingnya membangun kedekatan antarsesama imam. Ia menegaskan bahwa para imam perlu menghindari asumsi, stigma, dan kecenderungan membentuk kelompok-kelompok yang dapat melemahkan persaudaraan.
“Lebih baik kita mencari alasan untuk bertemu daripada kita tidak bertemu,” kata Rm. Goris.
Dalam kesempatan itu, Rm. Goris juga menyampaikan sejumlah agenda Unio. Camp Unio dijadwalkan berlangsung pada 28–30 Juli 2026 di As-Asu, wilayah Paroki Mena. Selain itu, pada Oktober 2026 akan dilaksanakan OGF bagi para imam, sedangkan Munas Unio IV direncanakan berlangsung pada September 2026.

Ia juga menyampaikan informasi keuangan Unio, antara lain Dana Abadi Unindo sebesar Rp 1.000.000 yang dibayar satu kali, Dana Pangkal Keuskupan sebesar Rp 1.000.000 yang juga dibayar satu kali, serta iuran Unio tahunan sebesar Rp 1.000.000.
Bendahara Unio Keuskupan Atambua, Rm. Edo Oeleu, Pr, turut menyampaikan informasi keuangan. Ia menjelaskan adanya dana solidaritas duka untuk orang tua kandung imam yang meninggal sebesar Rp 500.000 ditambah karangan bunga, serta dana solidaritas suka untuk imam yang merayakan 25 tahun imamat sebesar Rp 1.000.000.
Dalam sesi diskusi, para imam juga membahas rencana perayaan pesta perak dan pancawindu imamat yang dapat dipusatkan di satu tempat sebagai perayaan bersama Unio. Gagasan ini diarahkan untuk memperkuat kebersamaan dan semangat saling mendukung di antara para imam. Tetapi rencana ini tentu masih harus terus dikonsultasikan, jelas Rm. Goris.

Pertemuan tersebut juga menetapkan panitia mini Camp Unio 2026. Rm. Yudel Neno, Pr, ditunjuk sebagai Ketua Panitia, Rm. Gusty Nesi, Pr, sebagai Wakil Ketua, Rm. Christian Kali sebagai Sekretaris, dan Rm. Dens sebagai Bendahara.
Sejumlah seksi juga dibentuk untuk mendukung pelaksanaan Camp Unio. Seksi Komsos dipercayakan kepada Rm. Dalsi Saunoah, Pr; Humas kepada Rm. Martin Nahak, Pr; Perlengkapan kepada Rm. Nuel Bere Mau, Pr; dan Seksi Acara kepada Rm. Vence Bria, Pr.
Pada bagian akhir pertemuan, Deken Mena, Rm. Yohanes Seran Nahak, Pr, menegaskan bahwa bahan sharing dalam pertemuan tersebut menjadi kekayaan bersama. Ia mengingatkan pentingnya membangun komunikasi yang sehat di antara para imam.
“Jika ada informasi, perlu berbicara dengan dia, dan bukan berbicara tentang dia. Itulah tanda persaudaraan,” kata Rm. Yohanes.
Rm. Goris juga menegaskan bahwa sesama imam tidak boleh saling menyusahkan, tetapi perlu menjadi sistem pendukung satu sama lain, termasuk dalam hal persaudaraan dan keuangan.
Pertemuan ditutup dalam suasana persaudaraan. Para imam memaknai kegiatan tersebut sebagai kesempatan untuk berjumpa, berbagi, dan saling meneguhkan dalam pelayanan imamat di Keuskupan Atambua.
oleh Rm. Yudel Neno, Pr
