Weetebula, 17 Juni 2025UnioKeuskupanAtambua.com – Mgr. Edmun Woga, CSsR, Uskup Keuskupan Weetebula, memimpin Perayaan Ekaristi Pembukaan On Going Formation (OGF) Imam Projo Unio Regio Nusra di Katedral Roh Kudus Weetebula, Selasa (17/6). Kegiatan ini menandai dimulainya program pembinaan berkelanjutan bagi para imam muda dari delapan keuskupan di wilayah Nusa Tenggara.

Perayaan Ekaristi ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting Gereja, antara lain RD Florens Maxi Un Bria (Ketua Unio Indonesia), Rm. Martin Anno, Pr (Ketua Bidang OGF Unindo), Rm. Bob Muda, Pr (Koordinator Unio Regio Nusra), para pengurus Unio Keuskupan, serta dua narasumber utama yakni Rm. Herman Punda Panda, Pr dari Keuskupan Weetebula, dan Rm. Kanisius Pen, Pr dari Keuskupan Agung Kupang. Para peserta OGF berasal dari delapan keuskupan: Agung Kupang, Agung Ende, Denpasar, Larantuka, Ruteng, Labuan Bajo, Atambua, dan Weetebula selaku tuan rumah. Keuskupan Maumere tidak dapat hadir karena sedang mempersiapkan penerimaan Komuni Pertama se-Keuskupan pada 22 Juni 2025.

Dalam pengantar Ekaristi, Mgr. Edmun Woga menekankan bahwa OGF adalah kesempatan bagi para imam untuk semakin memahami hakikat iman dan imamat mereka. Ia mengajak seluruh peserta agar melalui kegiatan ini, pengalaman dan sharing pastoral bisa menjadi sarana pertumbuhan menuju pelayanan yang lebih matang dan penuh harapan.

Dalam homilinya, Bapa Uskup menggarisbawahi makna kesempurnaan kristiani yang dirujuk dari Injil hari ini : “Karena itu, haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna.” Menurutnya, kesempurnaan itu tak tercapai tanpa proses OGF yang berkelanjutan. Ia menyebut OGF sebagai jalan transformasi—dari cara berpikir lama menuju pembaruan iman yang lebih otentik.

Lebih lanjut, Uskup Edmun menegaskan bahwa hidup imam tidak bisa stagnan. Transformasi nyata dibutuhkan dalam sikap dan perilaku, termasuk mencintai dan mendoakan musuh, sebagaimana dituntut dalam ajaran Yesus. Dalam pandangan Mgr. Edmun, imam adalah pemimpin, pemersatu, pengudus, dan gembala yang diharapkan mengajar berdasarkan Roh Kebenaran.

Mengutip Surat Rasul Paulus yang menjadi bacaan pertama, Uskup menekankan pentingnya menjadi kaya dalam iman, pengetahuan, perkataan yang benar, dan kesungguhan membantu umat. Ia mengingatkan para imam agar tidak puas dengan ilmu seminari dan diktat semata, tetapi terus memperdalam dan memperkaya pengetahuan teologis serta spiritual demi pelayanan yang relevan dan berdampak.

“Kaya dalam kasih,” tegas Uskup, adalah pesan pamungkas dari Paulus yang menjadi roh keseluruhan formasi ini—kasih yang menjadi jiwa pelayanan seorang imam di tengah tantangan zaman.

Usai Misa, Ketua Panitia OGF, Rm. Ferdinandus Mawo Waku, Pr, menyampaikan sambutan dan menjelaskan tema OGF Regio Nusra 2025: “Imam Unio – Peziarah Pengharapan.” Ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, termasuk Bapak Uskup, para pengurus Unindo, panitia kegiatan, para pastor paroki lokasi live in, para orang tua asuh, serta seluruh peserta dari delapan keuskupan.

Rangkaian pembukaan dilanjutkan di Aula Gedung Serba Guna (GSG) Paroki Katedral Roh Kudus. Dalam acara tersebut, dilakukan perkenalan resmi pengurus Unindo, pengurus Unio Nusra, para narasumber, para pendamping, dan peserta. Nuansa khas budaya Sumba begitu terasa ketika semua yang hadir dikalungi kain adat Sumba sebagai tanda penerimaan penuh kehangatan.
Dengan semangat transformasi dan pengharapan, OGF Unio Regio Nusra 2025 resmi dibuka dan diharapkan menjadi momentum berharga bagi para imam untuk bertumbuh dalam iman, pelayanan, dan kasih.

Laporan oleh: Rm. Yudelfianus Fon Neno, Pr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *