Manola – Sumba Barat Daya, 18 Juni 2025 – UnioKeuskupanAtambua.com – Suasana iman yang khidmat mewarnai perayaan Ekaristi yang digelar para peserta On-Going Formation (OGF) Unio Regio Nusa Tenggara di Gereja Paroki Santo Yosef Pekerja, Manola, Keuskupan Weetebula, Rabu (18/6). Misa yang dimulai pukul 16.00 WITA ini menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan pembinaan berkelanjutan para imam projo muda dengan usia imamat 0–10 tahun yang berasal dari delapan keuskupan di Regio Nusra.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh selebran utama Rm. Melki Tamelab, Pr, imam asal Keuskupan Agung Kupang. Bertindak sebagai pengkhotbah adalah Rm. Marsel Nubatonis, Pr. Turut hadir dalam perayaan tersebut beberapa tokoh penting Gereja, antara lain Ketua Unio Indonesia RD. Florens Maxi Un Bria, Koordinator Unio Regio Nusra Rm. Bob Muda, Pr, serta dua narasumber OGF yakni Rm. Herman Punda Panda, Pr dan Rm. Kanisius Pen, Pr. Hadir pula sejumlah frater, suster, para orang tua asuh, dan umat setempat.

Dalam pengantar misa, Rm. Melki menegaskan pentingnya kesetiaan para imam pada tiga pilar hidup kristiani: doa, puasa, dan sedekah, sebagaimana tertulis dalam Injil Matius 6:1-6.16-18. Ia mengingatkan bahwa dalam dunia yang penuh pencitraan dan kehausan akan popularitas, Yesus justru menawarkan jalan kesunyian, di mana pelayanan seharusnya tidak didasari oleh pujian, melainkan oleh ketulusan iman.

Sementara itu, dalam homilinya, Rm. Marsel Nubatonis menegaskan kembali pesan Mgr. Edmun dalam misa pembukaan OGF tentang pentingnya transformasi diri menuju kesempurnaan. Ia menyoroti bahaya kemunafikan dan pentingnya membangun relasi sejati dengan Tuhan sebagai dasar pelayanan pastoral. “Tiga praktik rohani—doa, puasa, dan sedekah—menjadi kompas arah pelayanan kita,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa puasa berarti keberanian meninggalkan ego dan virus dalam diri; sedekah berarti kesiapsediaan keluar dari diri untuk hadir secara penuh bagi orang lain; sementara doa adalah ruang keintiman dengan Allah, yang tak boleh diabaikan oleh seorang imam. “Kita adalah manusia pendoa di hadapan umat, maka tak ada alasan untuk menolak jika diminta mendoakan,” tambahnya.
Para peserta OGF disambut hangat oleh Pastor Paroki Santo Yosef Pekerja Manola, Rm. Mikael No Nage, Pr bersama Dewan Harian Paroki dan umat.
Usai Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah di halaman gereja. Dalam suasana kekeluargaan, para imam peserta OGF diperkenalkan satu per satu berdasarkan asal keuskupan.
Berdasarkan data panitia, jumlah peserta dari masing-masing keuskupan adalah sebagai berikut: Denpasar (2 orang), Larantuka (8 orang), Ende (9 orang), Ruteng (2 orang), Labuan Bajo (2 orang), Kupang (10 orang), Atambua (11 orang), dan Weetebula (8 orang). Selain itu, sejumlah imam senior turut hadir sebagai pendamping dan narasumber, termasuk RD. Florens Maxi Un Bria, RD. Bob Muda, dan RD. Kanisius Pen.
Perayaan Ekaristi dan ramah tamah yang digelar menjadi ruang perjumpaan yang penuh semangat persaudaraan imamat. Di tengah dinamika pelayanan yang menantang, para imam muda dipanggil untuk terus bertransformasi—berakar dalam doa, bertumbuh dalam kasih, dan berbuah dalam pelayanan yang solider.
oleh Rm. Yudel Neno, Pr

