Waingapu, 15 Juni 2025 – UnioKeuskupanAtambua.com – Sebanyak 29 Imam peserta On Going Formation (OGF) Regio Nusa Tenggara (Nusra) dari tiga keuskupan—Atambua, Ende, dan Kupang—merayakan Ekaristi bersama umat Paroki Maria Bunda Saling Menolong (MBSM) Kambajawa, Sumba Timur, dalam suasana khidmat Hari Raya Tritunggal Mahakudus, Minggu (15/6/25).

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Rm. Jack Lodo Mema, Pr, yang juga merupakan Pastor Paroki MBSM sekaligus Ketua Unio Keuskupan Weetebula. Ia didampingi oleh Rm. Nus Ngaja, Pr selaku Sekretaris Unio Keuskupan Weetebula, serta para Imam peserta OGF—terdiri dari 11 imam dari Keuskupan Atambua, 9 dari Keuskupan Ende, dan 9 dari Keuskupan Agung Kupang. Turut hadir pula Diakon Frid Gato Ma, Pr dalam perayaan yang dihadiri ratusan umat tersebut.

Kehadiran para imam di Paroki Kambajawa merupakan bagian dari perjalanan menuju Sumba Barat Daya, tempat pelaksanaan kegiatan OGF Regio Nusra yang dijadwalkan berlangsung dari Selasa, 17 Juni hingga Jumat, 20 Juni 2025. Paroki MBSM menjadi titik transit, setelah para peserta bergerak dari Kupang ke Ende dan melanjutkan perjalanan udara ke Waingapu.

Dalam sambutan di penghujung Ekaristi, Rm. Jack menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran para imam dari tiga keuskupan dalam perayaan Hari Raya Tritunggal Mahakudus di Paroki MBSM. Ia menekankan bahwa persekutuan para imam yang nyata dalam perayaan Ekaristi bersama, mencerminkan semangat Trinitaris yang dilandasi oleh kasih dan kesatuan misi pastoral. “Kebersamaan ini menjadi tanda nyata persaudaraan imamat yang bersumber dari misteri kasih Tritunggal Mahakudus,” ujarnya penuh syukur.

Setelah transit di Sumba Timur, para peserta dijadwalkan bertolak ke Sumba Barat Daya pada Senin, 16 Juni 2025. Di lokasi tersebut, para peserta yang sudah ada akan bergabung dengan peserta dari enam keuskupan lainnya: Denpasar, Maumere, Larantuka, Ruteng, Labuan Bajo, dan Weetebula sebagai tuan rumah.

Untuk diketahui bahwa penetapan Keuskupan Weetebula sebagai tuan rumah tahun ini merupakan hasil kesepakatan bersama dalam OGF 2024 yang diselenggarakan di Keuskupan Agung Kupang.

Kegiatan OGF Regio Nusra di Weetebula tahun ini merupakan forum formasi berkelanjutan bagi para imam muda dengan masa tahbisan 0–10 tahun. Agenda ini tidak hanya mempererat relasi antarkeuskupan, tetapi juga memperkaya pelayanan pastoral melalui refleksi teologis, dialog kontekstual, dan pendalaman hidup imamat di tengah realitas sosial masyarakat Nusa Tenggara.
oleh Rm. Yudel Neno, Pr

