Peserta OGF Rayakan Ekaristi Bersama Umat Kuasi Paroki Mangganipi

Mangganipi, Sumba Barat Daya -19 Juni 2025 — UnioKeuskupanAtambua.com – Suasana meriah dan penuh iman menyelimuti Kuasi Paroki Santo Yakobus Mangganipi, Keuskupan Weetebula, saat ratusan umat bersama para imam peserta On-Going Formation (OGF) dari Regio Nusa Tenggara (berasal dari 8 Keuskupan yakni Kupang, Ende, Larantuka, Atambua, Denpasar, Ruteng, Labuan Bajo dan Weetebula) merayakan Ekaristi Kudus, Kamis (19/6).

Para Imam Keuskupan Denpasar; dari kiri ; Rm. Adrianus (Pemimpin Misa), Rm. Martin Eman Anno, Pr (Pengkhotbah) dan Rm. Yoga

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Rm. Adrianus Marlinto, Pr dari Keuskupan Denpasar, sementara homili dibawakan oleh Rm. Martin Eman Anno, Pr dari Keuskupan Denpasar. Antusiasme umat terlihat jelas dalam sambutan hangat, alunan tarian, serta pengalungan kain adat kepada seluruh imam, frater, dan suster yang hadir.

Dalam pengantar perayaan, Rm. Adrianus menekankan bahwa pelayanan harus berakar pada pengenalan akan Yesus Kristus, bukan pada upaya memburu popularitas pribadi. “Yesus harus lebih diutamakan, bukan viralitas diri,” tegasnya, mengajak umat dan para imam untuk menjaga kemurnian motivasi dalam karya pastoral.

Homili Rm. Eman pun memperdalam makna tersebut dengan menyentuh dua pokok refleksi utama: kecemburuan Rasul Paulus yang berbasis cinta dan alasan teologis di balik ajaran Yesus tentang Doa Bapa Kami.
Rm. Eman menegaskan bahwa rasa cemburu, jika berada dalam batas yang wajar, mencerminkan kedekatan dan cinta yang tulus. Dalam konteks ini, ia menyinggung kisah Zakheus yang bertubuh pendek namun berpikir panjang untuk melihat Yesus—sebuah simbol dari kerinduan akan perjumpaan. Ia juga menjelaskan bahwa Yesus mengajarkan Doa Bapa Kami alih-alih Bapa-Ku sebagai bentuk penegasan semangat persekutuan. “Iman personal yang dinyatakan dalam Aku Percaya akhirnya bermuara pada kolegialitas ilahi,” ujarnya.

Rangkaian perayaan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari berbagai pihak yang mencerminkan semangat kebersamaan dan sinodalitas.

Pengalungan kepada RD. Florens Maxi Un Bria (Ketua Unio Indonesia)

Ketua Panitia Lokal, Bapak Aleks, menyampaikan rasa syukur atas kunjungan para imam. “Betapa baiknya Tuhan, karena menggerakkan hati para Romo untuk hadir di tempat ini,” tuturnya. Hal senada disampaikan oleh Wakil Ketua Dewan Paroki, Bapak Hendrikus, yang mengapresiasi kehadiran para imam sebagai pemantik iman dan panggilan di kalangan umat.

Pastor Kuasi Paroki, Rm. Oman Dandus, menyoroti makna OGF sebagai kesempatan untuk belajar terus-menerus. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada umat atas semangat dan partisipasi mereka. “Kehadiran para Romo membakar semangat umat untuk bertumbuh dalam iman,” ujarnya penuh haru. Sementara itu, Sekretaris Unio Keuskupan Weetebula; Rm. Nus Nggajo turut memberikan apresiasi atas pengorbanan dan partisipasi semua pihak yang terlibat.

Pengalungan kepada RD. Kanis Pen (Narasumber)

Puncak sambutan disampaikan oleh Ketua Unio Indonesia, RD. Florens Maxi Un Bria. Ia menggarisbawahi pentingnya kesatuan dalam gereja yang satu, kudus, katolik, dan apostolik. “Ke mana pun kita pergi dan bertemu siapa saja, kita tetap satu,” katanya. Ia menambahkan bahwa penerimaan hangat umat Mangganipi menjadi cermin bahwa imamat memang berasal dari Allah sendiri, dan peziarahan para imam haruslah senantiasa mencerminkan kekayaan budaya sebagai rahmat.

Pengalungan kepada Rm. Dr. Herman Punda Panda, Pr – Narasumber

Perayaan sore hari ini bukan sekadar liturgi, melainkan juga pengalaman spiritual yang membekas. Kehadiran para imam disambut luar biasa dan umat pun menunjukkan partisipasi aktif yang sangat tinggi. Keterlibatan lintas peran, mulai dari umat biasa, frater, suster, hingga pimpinan Unio, menjadikan momen ini sebagai bukti nyata dari semangat berjalan bersama dalam Gereja sinodal.

oleh Rm. Yudel Neno, Pr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *