Atambua, 11 Juli 2025 – UnioKeuskupanAtambua.com – Dalam orientasi pratugas bagi delapan Diakon Keuskupan Atambua yang berlangsung di Aula Emaus, Jumat (11/7/2025), Romo Daniel Makbalin, Pr menegaskan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan emosional dan spiritualitas dalam hidup dan karya pelayanan seorang imam. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembekalan yang berlangsung sejak Rabu (9/7) hingga Sabtu (12/7), dan akan selesai dalam Perayaan Ekaristi yang akan dipimpin oleh Ketua Unio Keuskupan Atambua, Rm. Goris Dudy, Pr.

Dalam penyampaian materinya, Romo Daniel menyatakan bahwa kecerdasan emosional adalah aspek penting yang kerap terabaikan dalam pembinaan calon imam. “Apakah otomatis, seorang imam cerdas secara emosional?” tanya Romo Daniel retoris, seraya menekankan bahwa pengenalan akan perasaan diri dan kemampuan mengelolanya secara bijak merupakan fondasi dalam membangun relasi yang sehat dan pelayanan yang efektif.

Rm. Daniel menguraikan lima elemen dasar kecerdasan emosional yang mesti dilatih secara berkesinambungan oleh para pelayan Tuhan, yakni: self-awareness (kesadaran diri), self-regulation (pengelolaan diri), self-motivation (pemurnian motivasi), empati (kemampuan ikut merasakan dan peduli), serta keterampilan sosial (hubungan yang sehat dengan orang lain). Menurutnya, kelima elemen ini menjadi modal penting demi ketahanan pastoral dalam menjalani dinamika pelayanan umat yang kompleks.

Dalam suasana diskusi yang hangat dan terbuka, Romo Daniel juga mengajak para Diakon untuk memurnikan motivasi panggilan mereka dari waktu ke waktu, agar spiritualitas tidak berjalan sendiri tanpa ditopang oleh emosi yang terolah dengan baik. “Seorang imam tidak hanya melayani di altar, tetapi juga hadir penuh hati dalam luka-luka umat,” ungkapnya dengan penuh penekanan. Tambahnya lagi dengan tegas bahwa kecerdasan emosional berlangsung seumur hidup. Lanjutnya, psikologi adalah ilmu manusiawi yang membuat manusia jauh lebih manusiawi.

Lebih dari itu, Romo Daniel menguraikan empat tipe kepribadian, yakni Plegmatis Damai, Melankolis-Perfeksionis, Sanguinis-Populer, dan Kolerik. Tipe Plegmatis Damai dikenal sebagai pribadi yang tenang, mencintai kedamaian, dan cenderung menghindari konflik. Melankolis-Perfeksionis adalah tipe yang teliti, sangat memperhatikan detail, dan memiliki standar tinggi terhadap segala sesuatu. Sementara itu, tipe Sanguinis-Populer dicirikan dengan sikap ramah, percaya diri, pandai berbicara di depan umum, dan mampu menarik perhatian banyak orang. Adapun tipe Kolerik menunjukkan sosok pemimpin yang kuat, penuh semangat, cepat mengambil keputusan, dan tegas dalam bertindak. Keempat tipe ini mencerminkan kekayaan karakter manusia yang unik dan saling melengkapi.

Dalam penjelasan lebih lanjut, Rm. Daniel memperlihatkan hubungan antara tipe kepribadian dan kecerdasan emosional (EQ). Bahwasannya; relasi antara keduanya bersifat kompleks dan saling mempengaruhi. Kecerdasan emosional dapat memengaruhi bagaimana seseorang mengekspresikan dan mengelola ciri-ciri kepribadian mereka, dan sebaliknya, tipe kepribadian seseorang dapat memengaruhi tingkat kecerdasan emosional mereka.” Maka diharapkan, jelas Rm. Dan; para diakon perlu mengenal diri secara baik dan dapat mengoptimalkan kekuatan-kekuatan yang menjadi ciri kepribadian dalam pelayanan.

Kedelapan Diakon Keuskupan Atambua yang mengikuti kegiatan ini adalah Diakon Rafael Bani, Pr (tugas di Biudukfoho), Diakon Gusty Moensaku, Pr (tugas di Hanemasin), Diakon Gusty Nahak, Pr (tugas di Kaputu), Diakon Agus Sasi, Pr (tugas di Betun), Diakon Tommy Nainaif, Pr (tugas di Wekmidar), Diakon Jacky Bauk, Pr (tugas di Naesleu), Diakon Aldy Seran, Pr (tugas di Seminari Lalian), dan Diakon Jery Nahas, Pr (tugas di Seon). Mereka ditahbiskan oleh Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr, pada 31 Mei 2025 lalu di Kapel Seminari Tinggi Santo Mikhael Penfui, Kupang.
Dengan pembekalan semacam ini, diharapkan para diakon semakin siap bukan hanya secara intelektual dan spiritual, tetapi juga matang secara emosional dalam memasuki medan pastoral yang penuh tantangan dan dinamika.
oleh Rm. Yudel Neno, Pr

